Menjadi Bhayangkara Yang Dicintai Bukan Ditakuti

- Penulis

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Manggarai Barat, Dr. Kanis Jehabut

Anggota DPRD Manggarai Barat, Dr. Kanis Jehabut

 

Opini Oleh: Dr. Kanisius Jehabut
Purnawirawan Polri

Labuanbajoinfo.com – Tanggal 1 Juli setiap tahun adalah hari istimewa bagi keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen refleksi atas peran dan jati diri Polri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai seorang purnawirawan, saya menulis bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi suara hati dari seseorang yang pernah bersumpah setia pada Tribrata.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana wajah kepolisian telah berubah dari masa ke masa. Dulu, kami berjalan kaki menyusuri kampung-kampung, menginap di rumah warga, dan hadir bukan hanya untuk menindak, tapi juga untuk mendengar. Kami dihormati bukan karena pangkat atau senjata, melainkan karena kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Kini, tantangan lebih kompleks. Kejahatan siber, konflik agraria, kejahatan transnasional, hingga penyalahgunaan kewenangan di internal sendiri menjadi sorotan. Di tengah derasnya kritik, saya justru melihat ini sebagai panggilan: untuk kembali kepada nilai dasar kepolisian yang humanis, merakyat, dan berintegritas.

Polisi adalah wajah negara yang paling dekat dengan rakyat. Ketika hukum dipertanyakan, maka perilaku polisi-lah yang pertama kali menjadi cermin. Oleh karena itu, menjadi Bhayangkara hari ini bukan sekadar profesi, melainkan panggilan moral: untuk melayani, melindungi, dan menegakkan hukum secara adil, bahkan ketika itu berarti berbeda arah dengan kekuasaan.

Saya percaya bahwa regenerasi di tubuh Polri membawa harapan. Banyak anak muda dengan semangat baru dan kapasitas tinggi yang masuk dalam barisan Bhayangkara. Kepada mereka, saya titipkan pesan: Jadilah polisi yang berani berkata benar, sekalipun sunyi. Jangan jadikan kekuasaan sebagai tameng untuk mengabaikan nurani.

Bangun kembali kepercayaan masyarakat, bukan dengan pencitraan, tapi dengan keteladanan. Jangan takut dikritik, karena kritik adalah vitamin bagi reformasi. Jangan puas hanya menjadi penegak hukum, tapi jadilah pelindung yang dicintai rakyat.

Di usia ke-79 ini, saya ingin mengucapkan: Selamat Hari Bhayangkara. Teruslah jaga marwah institusi ini dengan kesetiaan pada Tribrata, pengabdian pada rakyat, dan keberanian untuk berubah menjadi lebih baik.

Penulis adalah Purnawirawan Polri. Pernah bertugas di Timika – Papua

Berita Terkait

Mafia Tanah Tanah & Premanisme Mengancam Keamanan Negara di sektor Pariwisata Labuan Bajo
Pentingnya Integrasi Mata Kuliah Mediasi Dalam Kurikulum Pendidikan Polri – Sumbangan Pemikiran Untuk Reformasi Polri
Saat Miliarder Bertani, Politik Anggaran Daerah Harus Berpihak

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:28 WITA

Mafia Tanah Tanah & Premanisme Mengancam Keamanan Negara di sektor Pariwisata Labuan Bajo

Kamis, 25 September 2025 - 17:39 WITA

Pentingnya Integrasi Mata Kuliah Mediasi Dalam Kurikulum Pendidikan Polri – Sumbangan Pemikiran Untuk Reformasi Polri

Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:06 WITA

Saat Miliarder Bertani, Politik Anggaran Daerah Harus Berpihak

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:57 WITA

Menjadi Bhayangkara Yang Dicintai Bukan Ditakuti

Berita Terbaru